Selasa, 23 Februari 2016

Polygon Collosus DH9 Jadi Juara Red Bull Rampage 2015

Kejuaraan MTB Red Bull Rampage dimenangkan oleh tim Polygon.

Polygon Bikes keluar sebagai juara kompetisi Red Bull Rampage 2015 pada 17 Oktober 2015 di Virgin, Utah.
Diwakili oleh Kurt Sorge dan Sam Reynolds, Polygon Collosus DH9 berhasil meraih double-podium sebagai Juara Utama, dengan skor 96.50, dan Best Trick Red Bull Rampage 2015.
Kurt Sorge dalam siaran pers yang dikutip solopos.com, Senin (26/10/2015), mengatakan gelar kemenangan ini merupakan pencapaian kali kedua yang diraihnya. Setelah menjadi pemenang utama di tahun 2012, freerider asal Kanada ini sempat absen dari seri Red Bull Rampage 2013 dan 2014 karena cedera.
Di tahun ini, Kurt Sorge yang dijuluki The Big Boy kembali berlaga dan berhasil membuktikan dirinya bersama Polygon Collosus DH9 tetap patut diperhitungkan di ajang olahraga ekstrem tahunan ini.
Kurt Sorge, Juara Red Bull Rampage 2015 bersama Sam Reynolds - Polygon UR Team, Juara Best Trick- Red Bull Rampage 2015. (Istimewa)
Kurt Sorge, Juara Red Bull Rampage 2015 bersama Sam Reynolds – Polygon UR Team, Juara Best Trick- Red Bull Rampage 2015. (Istimewa)
Sementara itu, Sam Reynolds, rider Polygon UR Team asal Inggris, keikutsertaan ini adalah debutnya di ajang Red Bull Rampage.
Di awal keikutsertaannya ini, Sam Reynolds langsung mencuri perhatian dengan trik “Superman”, dan berhasil mengantarkannya meraih gelar The Best Trick Red Bull Rampage 2015.
Otomatis, Sam Reynolds menjadi pre-qualified rider untuk final Red Bull Rampage tahun 2016.
Sementara pihak Polygon Bike menyatakan pencapaian ini sangat bermakna. Sebab di awal keikutsertaannya dalam ajang tersebut, Polygon Bikes berhasil meraih dua gelar sekaligus, yakni Red Bull Rampage 2015 Champ dan Best Trick.
Hal itu merupakan prestasi tersendiri bagi produk teranyar Polygon Bikes, Collosus DH9. Collosus DH9 merupakan model terbaru tahun 2016 untuk seri Downhill.
“Collosus DH9 terlahir dari project Ripple Coalition yang melibatkan tim design global Polygon asal Jerman, Prancis, Amerika Utara, dan Asia serta hasil riset bersama atlet profesional Polygon,” kata Head of Marketing Communications Polygon, Fendi Widhiatmoko.
Collosus DH9, kata dia, juga telah diuji pada setiap sirkuit UCI World Cup Downhill selama dua musim terakhir. Produk ini serta berhasil membawa Polygon UR Team meraih beberapa podium pada kompetisi downhill kelas dunia.
Fendi menambahkan Collosus DH9 dilengkapi dengan sistem suspensi terbaru dengan travel 203mm untuk peningkatan kualitas handling, kontrol sepeda, dan responsivitas sepeda dalam menaklukan setiap rintangan, hantaman, dan lompatan besar.

Komitmen Polygon Dukung Pembinaan Balap Sepeda Indonesia


Komitmen Polygon Dukung Pembinaan Balap Sepeda Indonesia

Bergas Agung - MSports
Minggu, 21/02/2016 21:40 WIB Polygon turut serta berkontribusi membantu kemajuan balap sepeda Indonesia. (dok. Polygon)Dalam perkembangan olahraga balap sepeda di Indonesia, Polygon sebagai salah satu produsen sepeda turut serta berkontribusi membantu kemajuannya. Salah satu cara adalah dengan turut serta mendukung acara JIExpo Cycling Student Challange (JCSC) 2016 yang digelar di Parkir Barat JIExpo, Kemayoran pada Sabtu (21/2) dan Minggu (22/2).
Dalam ajang JCSC kali ini, Polygon mengadakan acara meet and greet serta coaching clinic bersama pebalap sepeda nasional, Kusmawati Yazid dan pelatih balap sepeda nasional, Nurhayati Setiawan. Hal itu, dilakukan agar atlet-atlet muda yang berpartisipasi di JCSC bisa belajar banyak dari atlet-atlet senior yang syarat pengalaman dan prestasi.

"Ini merupakan salah satu acara yang sangat kami dukung, terutama untuk mendukung generasi muda menjadi pebalap profesional," ungkap Sujud Sudrajat, Tim Promosi Polygon Bikes Indonesia.
Polygon memang sudah sejak lama mendukung berkembangnya atlet-atlet balap sepeda Indonesia. Kusumawati Yazid, salah satu atlet yang didukung pun berhasil meraih prestasi dengan mendapat medali emas di ajang SEA Games 2013 di nomor MTB individu putri.
Selain atlet senior, Polygon juga mendukung beberapa atlet junior. Seperti salah satunya atlet remaja berbakat, Liontin Evangelina yang walaupun masih berusia 16 tahun namun sudah mendapat prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

sumber  ;  http://www.iberita.review/berita/komitmen-polygon-dukung-pembinaan-balap-sepeda-indonesia/5634869

Polygon Bangga Atas Keberhasilan Atlet Indonesia


Polygon Bangga Atas Keberhasilan Atlet Indonesia
Atlet balap sepeda Indonesia binaan Polygon Hildan Afosma memacu sepedanya pada pertandingan babak final nomor Men's Mountain Bike Down Hill 1,5 Km SEA Games Ke-27 di Arena Balap Sepeda Mount Pleasant, Naypyitaw, Myanmar, Sabtu (14/12). (ANTARA FOTO
 ............."Prestasi membanggakan telah ditorehkan cabang sepeda gunung (MTB) yang menyumbangkan tiga medali emas di SEA Games di kelas Cross Country Relay Team, Cross Country Individual Women, dan Men Downhill,"
Denpasar (Antara Bali) - Produsen sepeda sport nasional merek Polygon bangga atas keberhasilan para atlet Indonesia di ajang SEA Games XXVII/2013 di Myanmar.

"Prestasi membanggakan telah ditorehkan cabang sepeda gunung (MTB) yang menyumbangkan tiga medali emas di SEA Games di kelas Cross Country Relay Team, Cross Country Individual Women, dan Men Downhill," kata Didik Suharsono selaku Head Promotion East PT Polygon Indonesia dalam keterangan persnya di Denpasar, Rabu.

Para pebalap sepeda gunung andalan Indonesia yaitu Kuzmawati Yazid, Wilhelmina, Chandra Rafsanjani, dan Bandi Soegito berhasil merebut emas pertama dalam kelas Cross Country Relay Team pada Kamis (12/12) di Myanmar dengan menggunakan sepeda Cozmic RX29-2.0 yang diproduksi Polygon.

Selain itu, nomor perorangan juga turut menyumbangkan medali emas.

Kemudian Kusmawati Yazid menambah perolehan medali emas bagi kontingen Indonesia setelah menjadi yang tercepat di nomor MTB individu putri yang berlangsung di lintasan balap Mount Pleasant, Naypyitaw, Myanmar.

Di kelas Men Downhill, atlet Hildan Afos Katana yang turun dengan sepeda Collosus DHX berhsil menyumbangkan medali emas. "Rider binaan Polygon Factory Team ini berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 2 menit 22,324 detik, disusul Poernomo dari Indonesia dan Suebsakun Sukchanya dari Thailand yang menduduki posisi kedua dan ketiga," ujarnya.

Meski saat latihan atlet Hildan Afos Katana sempat mengalami cedera, akhirnya berhasil memproleh hasil membanggakan karena sepeda Polygon Collosus DHX yang juga menunjang performa saat perlombaan.

Menurut atlet Hildan Afos Katana, Polygon Cozmic RX29 2.0 itu dirancang khusus untuk kejuaraan MTB cross country yang membutuhkan kecepatan dan ketahanan fisik pembalap maupun sepeda yang dipakai

"Meski saya sedikit cedera saat latihan kemarin, saya masih bisa mengayuh dengan cepat, berkat sepeda Polygon Collosus DHX yang juga menunjang performa saya," ujar Afos.

Menurut dia, dengan body frame berbahan dasar karbon dan roda 29 inch, sepeda itu sangat ringan dikendarai sekaligus memberikan kecepatan yang dibutuhkan oleh pembalap dan keamanan dalam melalui medan-medan berat dalam lintasan cross country.

Sementara itu, Collosus DHX, yang merupakan sepeda spesialis Downhill yang sudah terbukti pada UCI World Cup 2013 oleh Atlet Downhill Dunia, Mick Hannah dan Tracey Hannah.

Collosus DHX tersebut mengusung sistem suspensi aktif FS2 yang mampu mempertahankan kontrol sekalipun dalam kecepatan tinggi dan mampu melewati benturan keras dan rintangan dengan nyaman.

Kedua sepeda itu merupakan hasil rancangan anak bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia di Dunia Internasional.  (WRA)                                                                                                                                                                                                              sumber  ;  http://www.antarabali.com/berita/46887/polygon-bangga-atas-keberhasilan-atlet-indonesia




Ini Jagoan Baru Polygon di Kancah All Mountain

 All Mountain, mtb, Polygon                                                                              Polygon makin agresif menggarap pasar sepeda gunung, khususnya All Mountain. Hal itu ditunjukkan dengan lahirnya produk terbaru pabrikan Indonesia ini, yaitu Collosus N9. 
N9 hadir dengan roda berdiameter 27,5 inci, sudut kepala (head) sekitar 66.3° yang relatif miring dan chainstays sepanjang 431mm. Frame-nya terbuat bahan karbon penuh.
Sekilas, desain sepeda ini mirip dengan prototipe sepeda DH Mick Hannah yang digunakan pada kejuaraan dunia tahun lalu, dengan orientasi yang sedikit berbeda. Desain rangka sepeda ini mengusung konsep FS3, yakni bagian depan dan segitiga belakang rangka dihubungkan dengan konektor aluminium. Desain seatstay dan posisi shock sepeda ini ditujukan agar sepeda ini dapat dikontrol dengan cepat.
Komponen yang disematkan pada N9 pun tergolong high end. Sebut saja drivetrain dari SRAM XX1, wheelset dari e*thirteen TRS race, rem dari Shimano XT, dan dropper post besutan RockShox Reverb. Sedangkan pada bagian suspensi, sepeda ini dipersenjatai dengan Fox Float X CTD di bagian belakang dan Float 34 Talas untuk bagian depan. Suspensi belakangnya terintergrasi dengan remote yang terpasang pada stang untuk mengontrol fitur CTD.
Rem, RD (rear derailleur) pada N9, dihubungkan lewat sebuah jalur internal di bagian atas dan bawah tabung yang menyatu dengan head tube. Pada rangka N9 terdapat tempat untuk memasang mount FD (front derailleur), meski mayoritas pengendara mungkin akan lebih dari suka menggunakan single crank
N9 akan dilempar di pasar AS pada akhir April atau awal Mei tahun ini, dengan harga US$5.900 atau sekitar Rp60 juta. 
sumber ;   http://sepeda.sportku.com/berita/mtb/other-mtb/48072-ini-jagoan-baru-polygon-di-kancah-all-mountain 

MISI DAN VISI KSPI (komunitas sepeda polygon indonesia)



Komunitas sepeda polygon Indonesia atau di singkat dengan KSPI ini kami bentuk dengan maksud dan tujuan untuk mempersatukan para biker‪#‎POLYGON‬ se Indonesia ... Sharing posting dan tanya jawab tentang per sepedahan terutama brand #POLYGON adalah harapan kami ,,,,Brand #POLYGON di sini tidak termasuk satu type atau seri melainkan all type mulai low series s/d High series mulai DH ,FR AM XC HT RB SB BMX LADIES BIKE , SELI POLYGON dan LERUN dengan harapan keterbukaan dan saling membantu antara sesama bikers #POLYGON, sopan santun dan ramah tamah tamah hendak lah di utamakan terutama dalam sharing dan posting an nya supaya dalam group ini ada manfaat yg bisa di ambil
link resmi ; POLYGON http://www.polygonbikes.com/id
Admin juga mengharapkan untk posting JUAL BELI atau TRANSAKSI kami telah menyediakan tempat khusus boleh gabung di group ini agar transaksi member #POLYGON bisa lebih santai dan nyaman dalam melakukan transaksi JUAL-BELI nya
Akhir kata kami sebagai admin mengucapkan sekian dan terima kasih

Polygon Produksi Sepeda Seharga Rp 80 Juta

Perusahaan sepeda Polygon, PT Dispoly Indonesia, mengaku dapat memproduksi sepeda 600.000 unit tiap tahunnya. Dari total tersebut, setengahnya bermerek Polygon dan setengahnya lagi sepeda merek lain.
Ronny Liyanto, Direktur Marketing Polygon, menjelaskan, pasar sepeda yang ia produksi masih didominasi tujuan ekspor dengan rincian 70 persen ekspor dan sisanya untuk pasar domestik. Sementara itu, varian sepeda yang diproduksi kini sudah mencapai 150 jenis.
"Sepeda yang kami jual paling murah Rp 2 juta dan paling mahal Rp 80 juta," ujar Ronny kepada wartawan di acara Indonesia Brand Forum, di Jakarta Convention Center, Senin (20/5/2013). Dia mengaku, sepeda seharga Rp 80 juta termasuk jenis sepeda balap dengan bahan baku karbon.
Ronny menjelaskan, dari total sepeda yang diproduksi, 80 persen berjenis sepeda gunung (MTB), 15 persen sepeda jalan raya (road bike), sementara sisanya untuk sepeda lipat, tandem, dan jenis lainnya.
Sebagai informasi, sepeda Polygon diproduksi di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, di atas lahan 4 hektar. Saat ini, karyawan perusahaan tersebut mencapai 1.600 orang. Selain memproduksi sepeda Polygon, perusahaan ini juga mengekspor sepeda merek asing, antara lain Scott, Kona, Insera, Genesis, dan Araya. 

sumber; http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/05/20/17580546/Polygon.Produksi.Sepeda.Seharga.Rp.80.Juta

POLYGON

ARTI SEBUAH NAMA. Ketika kami mengawali produksi sepeda di tahun 1989, kami memilih satu nama dari istilah Geometri, Polygon -yang berarti 'banyak sisi/ pihak'-, karena kami merasa nama tersebut mewakili karakter kami yang memiliki banyak sisi dengan satu tujuan yang sama.

KAMI PESEPEDA. Secara umum, tim desain dan tim produk kami adalah para pengendara sepeda. Pengetahuan mereka tentang material dan desain sepeda dikombinasikan dengan pengalaman yang hanya bisa didapatkan dari atas sepeda untuk mencipatakan pemahamanan yang mendalam untuk menciptakan produk sepeda terbaik. Gairah tersebut yang selalu mengalir melalui semua orang di Polygon. Kami selalu menginginkan Sepeda Polygon Anda menjadi sepeda terbaik yang pernah Anda gunakan. Inilah sesungguhnya tujuan hidup Kami.

KAMI MENDUNIA. Saat ini, Polygon telah dikenal luas di kawasan Asia dan akan terus melebarkan sayap ke kawasan lain di seluruh dunia. Bagian kesuksesan ini sangat terkait dengan tim desain dan pengembangan kami secara global. Tim kami yang beragam dari para teknisi dan tim kreatif yang berbasis di Amerika Utara, Eropa, dan Asia ini memastikan bahwa desain kami selalu segar dan memiliki keterkaitan secara global. Selain itu fasilitas pabrik dan perakitan yang telah memenuhi standar dunia, berada di Asia Tenggara. Desain global yang berpadu dengan manufaktur kelas dunia ini telah menarik perhatian melalui para atlet dunia, seperti Tim Downhill kelas dunia Hutchinson UR Team yang bertanding menggunakan Sepeda Polygon di UCI DH World Cup 2013.

KAMI TEPERCAYA. Kami memiliki pabrik, perakitan, dan jaringan pendistribusian sendiri. Ini artinya kami terus mengontrol setiap aspek dari ide awal hingga ke pengiriman akhir. Mengapa semua itu menjadi hal yang penting? Karena kita tahu, setiap Sepeda Polygon adalah dibuat dengan kualitas tinggi, dirakit dengan teliti untuk kesempurnaan sebuah Sepeda. Sederhananya, kualitas adalah mutlak dan kami semua berdiri dibelakang semua yang kami buat


copas  ; http://www.polygonbikes.com/id/about